Posts

budurinfo

Arca Mbah Bêlêt di Borobudur

Image
Pada tahun 1842 Hartmann residen Kedu melakukan penyelidikan interior di dalam stupa besar Borobudur, karena ada desas desus bahwa ada harta karun didalam stupa puncak candi Borobudur yang sudah dibobol oleh pemburu harta karun. Sayang sekali penyelidikan ini tidak di catat dan di arsipkan. Dikatakan Hartmann tidak menemukan harta karun melainkan hanya beberapa artefak. Salah satunya arca buddha yang belum selesai dibuat. Terjadi perdebatan akademik mengenai arca yang belum selesai ini. Ada yang berpendapat bahwa arca tersebut sengaja ditaruh didalam stupa untuk mengelabuhi Hartmann.  Ahirnya karena banyak kontroversi di antara pakar arkheolog maka arca tersebut di turunkan ke area plataran candi. Setelah Begitu lama arca tersebut ada di bawah dan tidak ada yang peduli, sampai ahirnya arca tersebut tertutup endapan tanah yang dibawa arus air hujan dan tubuhnya pun sebagian tertutup tanah ( dalam bahasa jawa "kebêlêt") . Sampai pada suatu kari ada penjaga candi yang mengefakua...

Tragedi 1896 di Borobudur

Image
     see Rombongan yang terdiri dari raja Culalangkorn dan istri diikuti keluarga raja, sodara tiri raja Darnrong Rajanubhap, dan pangeran Sommot. Sang raja pun naik sampai lantai bagian atas membawa persembahan bunga kamboja dan berdoa. Tujuan utama raja Thailand sebenarnya untuk mengekplorasi teknologi politik dan budaya di koloni Belanda. Sebagai raja buddhist juga melalui pendidikan dan pengalamanya, raja Chulalangkorn tahu konstruksi bangunan Buddhis dan Hindu. Dia juga sudah membaca buku karangan Raffles " The History of Java " (1817). Raja Chulalangkorn juga mengembangkan minat khusus pada barang-barang antik dan situs situs keagamaan dimasa lalu dengan alasan ilmiah, agama dan politik. Borobudur membuat raja Chulalangkorn terperangah, terkejut dan terpesona yang menimbulkan rasa ingin tahu yang kuat secara intellectual. 'Orang orang di Jawa pada masa lalu pasti mengerti sejarah dan ajaran Buddha secara terperinci, jauh lebih baik dari yang kita pelajari di masa se...

Pahlawan Penyelamatan Borobudur Yang Terlupakan

Image
Beliau berkata...    "Orang-orang begitu tega mencemarkan peninggalan nenek moyang yang seharusnya dirawat dengan baik karena memang pantas dibanggakan". Itulah kata-kata beliau ketika berkunjung di candi Borobudur pada tahun 1953. "Kalaupun memang jumlah penganut agama Buddha sudah berkurang hingga mereka sudah terlalu lemah untuk tetap peduli dengan Borobudur, bukankah kita, warga Indonesia, selalu berpotensi berupa manusia berbudi luhur dan beradab, mana buktinya?  Tekat beliau sangat kuat untuk memperjuangkan mendapatkan dana dari UNESCO. Terus berjuang meskipun sendirian, ada kalanya rela membolos   kuliah untuk merebutkan dana dari UNESCO. Terlebih  lagi "saingan" untuk mendapatkan dana tersebut cukup berbobot juga, yaitu   Kota Air di Venesia (Titalia) yang terancam tenggelam, Mahenjodaro dan ruin kerajaan tua di Pakistan. Secara independen, beliau tetap hadir dan aktif ikut bicara selaku intellectual independen dalam diskusi-diskusi intera...

Paimin dan Nama Borobudur

Image
Hari itu tanggal 3 Agustus 1812 Kunjungan gubernur jenderal Thomas Stamford Raffles ke residen Inggris di Yogyakarta, John Crawfurd menerima seorang tamu yaitu Bupati Secadiningrat. Saat itu Raffles sedang mengadakan study tentang penemuanya Candi Prambanan. Dan dia sangat tertarik dengan candi-candi di Jawa.  Sang Bupati mengatakan bahwa salah seorang mandornya bercerita , ketika masih kecil puluhan tahun silam di desa Bumisegoro sebelah barat Munthilan melihat reruntuhan bangunan candi yang besar dan tertimbun tanah. Raffles sangat tertarik dan lansung menyuruh bupati Secadiningrat untuk menindak lanjuti. Tanggal 09 Agustus 1812 bupati Secadiningrat dan salah satu mandonya dengan ditemani seorang dari desa Bumisegoro yang bernama Paimin sebagai penunjuk jalan, dari Bumisegoro ke reruntuhan candi. Waktu itu kondisi candi ada didalam hutan lebat, sehingga Paimin harus membuka jalan menuju reruntuhan candi tersebut.  Menurut Paimin candi tersebut diberi nama BOROBUDUR. Keadaan ...

Relief Candi Borobudur

Image
  Karmawibhangga  Relief ini berada di kaki Candi yang berjumlah 160 panels, tetapi tertutup oleh batu penopang. Ada 4 panels saja yang bisa disaksikan yaitu di sisi tenggara. Relief ini menggambarkan kehidupan yang berkarma atau hukum sebab dan akibat. Lalitawistara Berada di tingkat pertama berjumlah 120 panels menggambarkan cerita perjalanan seorang manusia menjadi Buddha yaitu Sidharta Gaotama. Untuk membaca relief ini dimulai dari sisi timur, berjalan memutar searah jarum jam sampai ke timur lagi. Jataka Mala dan Jataka Awadhana  Relief menceritakan kisah kehidupan Boddhisatwa ketika dilahirkan di dunia. Dimulai dari lantai pertama dinding langkan, dinding utama dibawah Lalitawistara dan dilanjutkan di lantai 2 pada dinding langkan. Gandhawyuha  Inti ajaran Buddha ada di relief Gandhawyuha. Terletak di lantai 2,3 dan 4 di Candi Borobudur. Mengisahkan perjalanan spiritual seorang pemuda yang bernama Sudana dalam mencari pencerahan dan bertemu 53 Kaliana Mitra ata...

Kamadhatu, Rupadhatu dan Aruphadhatu

Image
 Ada 3 tingkatan spiritual di Candi Borobudur yaitu : 1. Kamadhatu  "Kama"  yang berarti alam, " dhatu " yang berarti dunia. Berada di tingkatan bangunan Candi yang paling bawah menggambarkan alam hawa nafsu 2. Rupadhatu "Rupa" yang berarti bentuk, " dhatu" yang berarti dunia. Tingkatan ini mulai lantai 2 sampai lantai 5. Menggambartka alam bentuk. 3.Arupadhatu "A"  berarti tidak ada," rupa" berarti bentuk dan " dhatu" yang berarti dunia. Tingkatan ini berada di lantai yang ke 7 sampai puncak candi, dindingnya berbentuk lingkaran dan berdiri stupa-stupa berlubang. Arti seluruhnya dunia tanpa bentuk atau bisa dikata sebuah nirwana.

Arca Buddha

Image
  Arca Buddha Arca Buddha di Candi Borobudur sebagai simbol Dyani Buddha, Manusi Buddha dan Bodhisatwa. Dengan total 504 buah, arca buddha tersebut mempunyai posisi atau bentuk tangan yang berbeda-beda berdasarkan dimana dia berada. 1. Dhyani Buddha Aksobya  dengan bentuk tangan  Bhumisparca mudta ( memanggil Dewa Bhumi sebagai saksi )   berada di Sisi timur dari lantai 1 sampai lantai 4  2. Dhyani Buddha Ratnasambawa  dengan   bentuk tangan Waramudra (berderma)   berada di sisi selatan dari lantai 1 sampai lantai 4 3. Dhyani Buddha Amitabha dengan bentuk tangan Dhyanimudra (meditasi)berada di sisi barat dari lantai 1 sampai lantai 4 4. Dhyani Buddha Amogasidha dengan bentuk tangan Abhayamudra ( tidak takut bahaya )berada di sisi utara dari lantai 1 sampai lantai 4 5. Dhyani Buddha Wairocana dengan   bentuk tangan  Witarkamudra ( memberi pelajaran ) berada di sekeliling lantai 5 6. Dhyani Buddha Wajrasattwa dengan bentuk tangan Dharmaca...