Pahlawan Penyelamatan Borobudur Yang Terlupakan
Beliau berkata... "Orang-orang begitu tega mencemarkan peninggalan nenek moyang yang seharusnya dirawat dengan baik karena memang pantas dibanggakan". Itulah kata-kata beliau ketika berkunjung di candi Borobudur pada tahun 1953. "Kalaupun memang jumlah penganut agama Buddha sudah berkurang hingga mereka sudah terlalu lemah untuk tetap peduli dengan Borobudur, bukankah kita, warga Indonesia, selalu berpotensi berupa manusia berbudi luhur dan beradab, mana buktinya? Tekat beliau sangat kuat untuk memperjuangkan mendapatkan dana dari UNESCO. Terus berjuang meskipun sendirian, ada kalanya rela membolos kuliah untuk merebutkan dana dari UNESCO. Terlebih lagi "saingan" untuk mendapatkan dana tersebut cukup berbobot juga, yaitu Kota Air di Venesia (Titalia) yang terancam tenggelam, Mahenjodaro dan ruin kerajaan tua di Pakistan. Secara independen, beliau tetap hadir dan aktif ikut bicara selaku intellectual independen dalam diskusi-diskusi intera...