Posts

Showing posts from 2022

Arca Mbah Bêlêt di Borobudur

Image
Pada tahun 1842 Hartmann residen Kedu melakukan penyelidikan interior di dalam stupa besar Borobudur, karena ada desas desus bahwa ada harta karun didalam stupa puncak candi Borobudur yang sudah dibobol oleh pemburu harta karun. Sayang sekali penyelidikan ini tidak di catat dan di arsipkan. Dikatakan Hartmann tidak menemukan harta karun melainkan hanya beberapa artefak. Salah satunya arca buddha yang belum selesai dibuat. Terjadi perdebatan akademik mengenai arca yang belum selesai ini. Ada yang berpendapat bahwa arca tersebut sengaja ditaruh didalam stupa untuk mengelabuhi Hartmann.  Ahirnya karena banyak kontroversi di antara pakar arkheolog maka arca tersebut di turunkan ke area plataran candi. Setelah Begitu lama arca tersebut ada di bawah dan tidak ada yang peduli, sampai ahirnya arca tersebut tertutup endapan tanah yang dibawa arus air hujan dan tubuhnya pun sebagian tertutup tanah ( dalam bahasa jawa "kebêlêt") . Sampai pada suatu kari ada penjaga candi yang mengefakua...

Tragedi 1896 di Borobudur

Image
     see Rombongan yang terdiri dari raja Culalangkorn dan istri diikuti keluarga raja, sodara tiri raja Darnrong Rajanubhap, dan pangeran Sommot. Sang raja pun naik sampai lantai bagian atas membawa persembahan bunga kamboja dan berdoa. Tujuan utama raja Thailand sebenarnya untuk mengekplorasi teknologi politik dan budaya di koloni Belanda. Sebagai raja buddhist juga melalui pendidikan dan pengalamanya, raja Chulalangkorn tahu konstruksi bangunan Buddhis dan Hindu. Dia juga sudah membaca buku karangan Raffles " The History of Java " (1817). Raja Chulalangkorn juga mengembangkan minat khusus pada barang-barang antik dan situs situs keagamaan dimasa lalu dengan alasan ilmiah, agama dan politik. Borobudur membuat raja Chulalangkorn terperangah, terkejut dan terpesona yang menimbulkan rasa ingin tahu yang kuat secara intellectual. 'Orang orang di Jawa pada masa lalu pasti mengerti sejarah dan ajaran Buddha secara terperinci, jauh lebih baik dari yang kita pelajari di masa se...

Pahlawan Penyelamatan Borobudur Yang Terlupakan

Image
Beliau berkata...    "Orang-orang begitu tega mencemarkan peninggalan nenek moyang yang seharusnya dirawat dengan baik karena memang pantas dibanggakan". Itulah kata-kata beliau ketika berkunjung di candi Borobudur pada tahun 1953. "Kalaupun memang jumlah penganut agama Buddha sudah berkurang hingga mereka sudah terlalu lemah untuk tetap peduli dengan Borobudur, bukankah kita, warga Indonesia, selalu berpotensi berupa manusia berbudi luhur dan beradab, mana buktinya?  Tekat beliau sangat kuat untuk memperjuangkan mendapatkan dana dari UNESCO. Terus berjuang meskipun sendirian, ada kalanya rela membolos   kuliah untuk merebutkan dana dari UNESCO. Terlebih  lagi "saingan" untuk mendapatkan dana tersebut cukup berbobot juga, yaitu   Kota Air di Venesia (Titalia) yang terancam tenggelam, Mahenjodaro dan ruin kerajaan tua di Pakistan. Secara independen, beliau tetap hadir dan aktif ikut bicara selaku intellectual independen dalam diskusi-diskusi intera...

Paimin dan Nama Borobudur

Image
Hari itu tanggal 3 Agustus 1812 Kunjungan gubernur jenderal Thomas Stamford Raffles ke residen Inggris di Yogyakarta, John Crawfurd menerima seorang tamu yaitu Bupati Secadiningrat. Saat itu Raffles sedang mengadakan study tentang penemuanya Candi Prambanan. Dan dia sangat tertarik dengan candi-candi di Jawa.  Sang Bupati mengatakan bahwa salah seorang mandornya bercerita , ketika masih kecil puluhan tahun silam di desa Bumisegoro sebelah barat Munthilan melihat reruntuhan bangunan candi yang besar dan tertimbun tanah. Raffles sangat tertarik dan lansung menyuruh bupati Secadiningrat untuk menindak lanjuti. Tanggal 09 Agustus 1812 bupati Secadiningrat dan salah satu mandonya dengan ditemani seorang dari desa Bumisegoro yang bernama Paimin sebagai penunjuk jalan, dari Bumisegoro ke reruntuhan candi. Waktu itu kondisi candi ada didalam hutan lebat, sehingga Paimin harus membuka jalan menuju reruntuhan candi tersebut.  Menurut Paimin candi tersebut diberi nama BOROBUDUR. Keadaan ...

Relief Candi Borobudur

Image
  Karmawibhangga  Relief ini berada di kaki Candi yang berjumlah 160 panels, tetapi tertutup oleh batu penopang. Ada 4 panels saja yang bisa disaksikan yaitu di sisi tenggara. Relief ini menggambarkan kehidupan yang berkarma atau hukum sebab dan akibat. Lalitawistara Berada di tingkat pertama berjumlah 120 panels menggambarkan cerita perjalanan seorang manusia menjadi Buddha yaitu Sidharta Gaotama. Untuk membaca relief ini dimulai dari sisi timur, berjalan memutar searah jarum jam sampai ke timur lagi. Jataka Mala dan Jataka Awadhana  Relief menceritakan kisah kehidupan Boddhisatwa ketika dilahirkan di dunia. Dimulai dari lantai pertama dinding langkan, dinding utama dibawah Lalitawistara dan dilanjutkan di lantai 2 pada dinding langkan. Gandhawyuha  Inti ajaran Buddha ada di relief Gandhawyuha. Terletak di lantai 2,3 dan 4 di Candi Borobudur. Mengisahkan perjalanan spiritual seorang pemuda yang bernama Sudana dalam mencari pencerahan dan bertemu 53 Kaliana Mitra ata...

Kamadhatu, Rupadhatu dan Aruphadhatu

Image
 Ada 3 tingkatan spiritual di Candi Borobudur yaitu : 1. Kamadhatu  "Kama"  yang berarti alam, " dhatu " yang berarti dunia. Berada di tingkatan bangunan Candi yang paling bawah menggambarkan alam hawa nafsu 2. Rupadhatu "Rupa" yang berarti bentuk, " dhatu" yang berarti dunia. Tingkatan ini mulai lantai 2 sampai lantai 5. Menggambartka alam bentuk. 3.Arupadhatu "A"  berarti tidak ada," rupa" berarti bentuk dan " dhatu" yang berarti dunia. Tingkatan ini berada di lantai yang ke 7 sampai puncak candi, dindingnya berbentuk lingkaran dan berdiri stupa-stupa berlubang. Arti seluruhnya dunia tanpa bentuk atau bisa dikata sebuah nirwana.

Arca Buddha

Image
  Arca Buddha Arca Buddha di Candi Borobudur sebagai simbol Dyani Buddha, Manusi Buddha dan Bodhisatwa. Dengan total 504 buah, arca buddha tersebut mempunyai posisi atau bentuk tangan yang berbeda-beda berdasarkan dimana dia berada. 1. Dhyani Buddha Aksobya  dengan bentuk tangan  Bhumisparca mudta ( memanggil Dewa Bhumi sebagai saksi )   berada di Sisi timur dari lantai 1 sampai lantai 4  2. Dhyani Buddha Ratnasambawa  dengan   bentuk tangan Waramudra (berderma)   berada di sisi selatan dari lantai 1 sampai lantai 4 3. Dhyani Buddha Amitabha dengan bentuk tangan Dhyanimudra (meditasi)berada di sisi barat dari lantai 1 sampai lantai 4 4. Dhyani Buddha Amogasidha dengan bentuk tangan Abhayamudra ( tidak takut bahaya )berada di sisi utara dari lantai 1 sampai lantai 4 5. Dhyani Buddha Wairocana dengan   bentuk tangan  Witarkamudra ( memberi pelajaran ) berada di sekeliling lantai 5 6. Dhyani Buddha Wajrasattwa dengan bentuk tangan Dharmaca...

Penemuan Borobudur

Image
Candi Borobudur muncul kembali tahun 1814 ditemukan kembali oleh Sir Thomas Stanford Raffles. Gubernur jenderal Inggris yang ketika ada kegiatan  di Semarang , mendapat informasi bahwa di daerah Kedu telah ditemukan susunan batu bergambar, kemusian dia mengutus Cornelius seorang Belanda untuk membersihkanya. Kemudian pekerjaan ini dilanjutkan oleh Residen Kedu yang bernama Hartman pada tahun 1935. Selain membersihkan  Borobudur dia juga mengadakan pelelitian khususnya terhadap setupa puncak Candi. Namun sayang mengenai laporan penelitian ini tidak pernah terbit. Pendokumentasian berupa gambar bangunan dan relief candi dilakukan oleh Wilsen selama 4 tahun sejak tahun 1849, sedangkan dikumen foto dibuat pada tahun 1873 oleh Van Kinsbergen.   Pemugaran Candi Borobudur Upaya pemugaran Candi Borobudur dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pertama kali dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda di bawah pimpinan Van Erp dan yang ke dua dilakukan oleh pemerintah Indonesia yang diketu...

Pembangunan Candi Borobudur

Image
  Menurut leganda Candi Borobudur didirikan oleh seorang arsitek yang bernama Gunadharma, namus secara historis belum diketahui secara pasti. Pendapat Casparis berdasarkan interpretasi prasasti berangka tahun 824 M dan prasasti Sti Kahulunan 842 M, pendiri Candi Borobudur adalah raja Smaratungga yang memerintah tahun 782-812 M pada masa dinasti Syailendra. Candi Borobudur dibangun untuk memuliakan agama Budha Mahayana. Pendapat dari Dumarcay Borobudur didirikan dalam 5 tahap pembangunan yaitu: Tahap I + 780 Masehi Tahap II  dan III + 792 Masehi Tahap IV  + 824 Masehi Tahap V + 833 Masehi

Nama Candi Borobudur

Image
 Mengenai nama Borobudur ada beberapa pendapat diantaranya: Ketika Rafles menemukanya, orang desa di sekitarnya sudah menyebutnya Borobudur. Prof. Dr. Sukmono dan Dr. Stuterheim berpendapat bahwa nama  Borobudur berasal dari "boro" yang berarti dari kata vihara, sedangkan "budur" yang dari kata beduhur berarti di atas. Borobudur berarti vihara yang ada di atas.  Casparis berpendapat nama Borobudur berasal dari "kamulan ibhumisambharabudhara" berdasarkan dari kutipan prasasti Sri Kahulunan 842 masehi yang berarti bangunan suci yang melambangkan kumpulan kebaikan dari kesepuluh tingkatan Bodhisatwa. (Sumber Borobudur Sembirat Salim lee)

Bentuk bangunan candi Borobudur

Image
 Denah candi Borobudur ukuran panjang 121,66 meter dan lebar 121,38 meter. Tinggi candi 35,40 meter. Susunan bangunan berupa 9 teras berundak dan sebuah stupa induk induk di puncaknya. Terdiri dari 6 teras berdenah persegi dan dan 3 teras berdenah lingkaran. Pembagian vertikal secara filosofis meliputi tingkat Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu. Pembagian vertikal secara teknis meliputi bagian bawah, tengah, dan atas. Terdapat tangga naik di keempat penjuru utama dengan pintu masuk utama sebelah timur dengan ber-pradaksina. Batu-batu candi Borobudur berasal dari sungai disekitar Borobudur dengan volume seluruhnya sekitar 55.000 meter kubik (kira-kira 2.000.000 potong batu) Jenis batu yang digunakan adalah batu andesit. (Sumber dari Konservasi Borobudur)

Lokasi Borobudur

Image
Candi Borobudur terletak di desa Borobudur, kecamatan Borobudur, kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Secara astronomis terletak di 7° 36' 28" LS dan 110° 12' 13" BT. Lingkungan Borobudur dikelilingi oleh gunung Merapi dan Merbabu di sebelah timur, gunung Sumbing dan Sindoro di sebelah utara, dan pegunungan Menoreh di sebelah selatan juga ada dua sungai di  sebelah timur yaitu sungai Progo dan sungai Elo. Candi Borobudur didirikan diatas bukit yang dimodifikasi, dengan ketinggian 265 diatas permukaan laut.