Arca Mbah Bêlêt di Borobudur

Pada tahun 1842 Hartmann residen Kedu melakukan penyelidikan interior di dalam stupa besar Borobudur, karena ada desas desus bahwa ada harta karun didalam stupa puncak candi Borobudur yang sudah dibobol oleh pemburu harta karun. Sayang sekali penyelidikan ini tidak di catat dan di arsipkan. Dikatakan Hartmann tidak menemukan harta karun melainkan hanya beberapa artefak. Salah satunya arca buddha yang belum selesai dibuat.
Terjadi perdebatan akademik mengenai arca yang belum selesai ini. Ada yang berpendapat bahwa arca tersebut sengaja ditaruh didalam stupa untuk mengelabuhi Hartmann.
Ahirnya karena banyak kontroversi di antara pakar arkheolog maka arca tersebut di turunkan ke area plataran candi. Setelah Begitu lama arca tersebut ada di bawah dan tidak ada yang peduli, sampai ahirnya arca tersebut tertutup endapan tanah yang dibawa arus air hujan dan tubuhnya pun sebagian tertutup tanah ( dalam bahasa jawa "kebêlêt") . Sampai pada suatu kari ada penjaga candi yang mengefakuasinya dan di letakkan di atas batu-batu bertumpuk. Mereka menyebutnya patung "Mbah Bêlêt.
Menurut Dr. Sukmono seorang arkheolog kita, sebenarnya arca yang belum selesai yang ditemukan di stupa besar Borobudur adalah sebagai simbol Buddha yang sangat sempurna, karena sangat sempurnanya sehingga sang pemahatnya tidak bisa membayangkan bagaimana bentuk kesempurnaanya itu sendiri sehingga di buat tidak selesai.
Sekarang arca tersebut disimpan didalam museum Borobudur di dalam area Taman Wisata Candi Borobudur. Dan masih digunakan untuk meditasi para praktisi supranatural.
Sumber Borobudur Bersumbirat
Salim lee


Good information
ReplyDelete